Mengenal diabetes melitus sangatlah penting karena penyakit ini sering kali menjadi silent killer di balik julukannya sebagai ‘Si Manis’. Banyak orang tidak menyadari kehadirannya hingga muncul komplikasi serius. Memahami dasar-dasar penyakit ini adalah langkah pertama untuk hidup lebih sehat.
Pentingnya Mengenal Diabetes Melitus
Menurut Kemenkes RI, diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik menahun yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin sendiri adalah hormon yang bertugas membantu gula (glukosa) dari makanan masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Tanpa insulin yang bekerja baik, gula akan menumpuk di dalam darah dan merusak organ-organ tubuh.
Siapa Saja yang Berisiko?
Berdasarkan panduan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), faktor risiko diabetes dibagi menjadi dua kategori:
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
Kategori ini mencakup hal-hal yang sudah ada secara alami dan tidak bisa dikontrol, seperti:
- Usia di atas 45 tahun
- Riwayat keluarga dengan diabetes melitus
- Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg
Faktor Risiko yang Dapat Diubah
Kategori ini berkaitan dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan yang masih bisa diperbaiki atau dikelola, seperti:
- Berat badan berlebih (obesitas)
- Kurangnya aktivitas fisik atau jarang berolahraga
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Pola makan tidak sehat (tinggi gula dan rendah serat)
- Memiliki kadar kolesterol tinggi
Kenali Gejala Klinisnya
Penting bagi kita untuk mengenal diabetes melitus. Gejala tipikal yang sering muncul meliputi:
- Cepat merasa lapar meski sudah makan
- Sering merasa haus yang berlebihan
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas
Selain itu, gejala penyerta lainnya bisa berupa pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, mudah lelah, dan sering merasa kesemutan.
Perubahan Gaya Hidup bagi Diabetes Melitus
Mengelola diabetes bukan berarti berhenti menikmati hidup. Kuncinya adalah mengenal diabetes melitus secara tepat agar lebih mudah menjalankan pengelolaan mandiri. PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) menekankan pentingnya pengelolaan mandiri melalui 4 pilar, terutama dalam perubahan gaya hidup:
- Pola makan, yaitu mengatur jadwal makan, jenis makanan, dan jumlah kalori. Sangat disarankan untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
- Aktivitas fisik seperti melakukan olahraga intensitas sedang selama 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit per minggu (seperti jalan cepat atau bersepeda).
- Kepatuhan pengobatan: Jika sudah terdiagnosis diabetes melitus, konsumsi obat atau penggunaan insulin harus sesuai petunjuk dokter.
- Pemantauan gula darah yaitu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala untuk memantau keberhasilan terapi.
Diabetes memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan. Dengan pola hidup sehat, pengidap diabetes tetap bisa beraktivitas dengan produktif dan mencegah komplikasi. Penting untuk mengenal diabetes melitus dan memahami dasar-dasar penyakit ini agar bisa menjinakkan “Si Manis” sebelum ia sempat mencuri kesehatan di masa depan.
