Menjaga kadar gula darah agar tetap terkontrol dengan memperhatikan konsumsi gula dan makanan manis serta melakukan pemantauan rutin untuk kesehatan tubuh.

Mengenal Kadar Gula Darah: Apa itu Gula Darah?

Menjaga kadar gula darah yang sehat adalah kunci agar tubuh tetap berenergi. Gula darah adalah bahan bakar utama bagi tubuh kita. Secara teknis, ini disebut sebagai glukosa, yaitu jenis gula sederhana yang beredar di dalam aliran darah untuk memberikan energi ke seluruh sel-sel tubuh, mulai dari otak sampai otot kaki. Sebagian besar gula darah berasal dari makanan yang kita konsumsi, terutama karbohidrat (nasi, roti, buah, kentang, dan makanan manis). Setelah makan, sistem pencernaan memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang kemudian diserap ke dalam aliran darah.

Berapa Kadar Gula Darah yang Normal?

Batas normal gula darah dapat bervariasi tergantung kapan pemeriksaan dilakukan. Menurut standar Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah rinciannya:

Jenis PemeriksaanKondisiKadar Normal
Gula Darah Sewaktu (GDS)Kapan saja (tanpa puasa)< 200 mg/dL
Gula Darah Puasa (GDP)Setelah puasa minimal 8 jam70 – 100 mg/dL
Gula Darah 2 Jam PP2 jam setelah makan< 140 mg/dL

Perbandingan Gula Darah Tinggi dan Gula Darah Rendah

Hiperglikemia (Gula Darah Tinggi)

Terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Gejala yang dialami bagi penderita kadar gula darah tinggi antara lain sering haus, sering buang air kecil terutama malam hari, pandangan kabur, dan luka yang sulit sembuh.

Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah normal (biasanya <70 mg/dL). Gejala yang dialami bagi penderita gula darah rendah antara lain seperti tubuh gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, pusing, hingga penurunan kesadaran (pingsan).

Bagaimana Cara Pemeriksaan Gula Darah?

Pemeriksaan kadar gula darah sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes atau gaya hidup sedentari (kurang gerak). Banyak orang baru sadar terkena gula darah tinggi setelah muncul komplikasi (seperti luka yang tidak sembuh atau pandangan kabur). Gula darah yang tinggi secara terus-menerus bertindak seperti “racun” bagi pembuluh darah. Jika dibiarkan, ini akan merusak saraf, ginjal, jantung, otak, dan mata.

Selain itu kadar gula darah yang terlalu rendah juga berbahaya bagi tubuh kita. Tanpa pemeriksaan, seseorang mungkin pingsan atau mengalami kerusakan otak karena sel-selnya tidak mendapat asupan energi sama sekali. Jika anda belum pernah periksa dalam satu tahun terakhir, ada baiknya melakukan pemeriksaan gula darah dan medical check up berkala untuk memantau kondisi organ di dalam tubuh anda di klinik terdekat.

Referensi
1.World Health Organization (WHO): Diabetes Fact Sheets and Global Reports (2024).
2.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Panduan Pengelolaan Diabetes Melitus dan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2.
WhatsApp
Scroll to Top