Menjalankan aktivitas fisik diabetes bukan berarti harus melakukan olahraga yang berat atau melelahkan. Sebaliknya, bergerak secara aktif merupakan salah satu ‘obat alami’ paling ampuh bagi penderita diabetes melitus (sering disebut diabetesi) untuk mengontrol gula darah tetap stabil. Selain membantu mengontrol kadar gula darah, olahraga yang rutin dan benar dapat mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan saraf di kaki.
Mengapa Aktivitas Fisik Diabetes Sangat Penting?
Panduan ini disusun untuk membantu Anda memulai langkah hidup sehat dengan cara yang aman, mudah, dan menyenangkan. Saat Anda berolahraga, otot-otot tubuh akan bekerja dan membutuhkan energi. Tubuh akan mengambil gula (glukosa) dari aliran darah untuk dijadikan energi tersebut. Hasilnya:
- Kadar gula darah turun secara alami.
- Tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin (hormon yang mengatur gula darah).
- Berat badan lebih terjaga dan risiko stres berkurang.
Jenis Olahraga yang Dianjurkan
Kemenkes menyarankan kombinasi jenis latihan berikut:
- Latihan Aerobik (Ketahanan): Sangat baik untuk jantung dan paru-paru. Contoh: Jalan cepat (brisk walking), bersepeda santai, berenang, atau senam diabetes.
- Latihan Beban (Kekuatan): Membantu meningkatkan massa otot agar penyerapan gula lebih efisien. Contoh: Menggunakan dumble ringan atau karet latihan.
- Latihan Fleksibilitas & Keseimbangan: Penting untuk mencegah jatuh.
Frekuensi, Durasi, dan Intensitas
Agar aktivitas fisik diabetes terasa manfaatnya, gunakan rumus BBTT (Baik, Benar, Terukur, Teratur):
- Frekuensi: 3–5 kali dalam seminggu (hindari jeda lebih dari 2 hari berturut-turut tanpa aktivitas).
- Durasi: Total 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit setiap kali latihan.
- Intensitas: Lakukan dengan intensitas sedang. Tandanya adalah Anda masih bisa berbicara saat berolahraga, namun tidak bisa bernyanyi karena napas sedikit lebih cepat.
Tips Aman Sebelum dan Sesudah Olahraga
Keamanan aktivitas fisik diabetes adalah prioritas. Ikuti langkah pencegahan ini:
- Cek Gula Darah:
- Jika <100 mg/dL: Makan camilan kecil (buah atau roti) sebelum mulai.
- Jika >250 mg/dL: Tunda olahraga sampai kadar gula lebih stabil untuk menghindari risiko ketoasidosis (komplikasi yang terjadi ketika kadar keton dalam tubuh meningkat drastis).
- Gunakan Sepatu yang Pas: Gunakan sepatu olahraga yang nyaman dan kaus kaki untuk mencegah lecet. Selalu periksa kaki Anda setelah selesai berolahraga.
- Cukupi Cairan: Minum air putih yang cukup sebelum, saat, dan sesudah latihan agar tidak dehidrasi.
- Siapkan “Emergency Kit”: Selalu bawa permen atau sumber gula cepat serap jika tiba-tiba Anda merasa gemetar, berkeringat dingin, atau pusing (gejala hipoglikemia).
Olahraga bagi penderita diabetes bukanlah tentang seberapa berat bebannya, melainkan tentang seberapa konsisten Anda melakukannya. Aktivitas fisik diabetes dapat dimulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki 10 menit di sekitar rumah, lalu tingkatkan secara bertahap. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru agar aktivitas fisik Anda tetap aman dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan.
